Merokok Tingkatkan Depresi Dan Kecemasan Anda

Merokok Tingkatkan Depresi Dan Kecemasan Anda Merokok Tingkatkan Depresi Dan Kecemasan Anda(img:medikanews.com)

Mayoritas perokok akan mengaku dirinya dapat merasa lebih tenang dengan menghisap rokok. Tapi sebuah penelitian telah mengungkap bahwa hal tersebut ternyata justru berlawanan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seorang perokok lebih berisiko mengalami kecemasan dan depresi hingga 70% lebih tinggi dibanding dengan orang yang tidak merokok.

Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 6.500 orang berusia diatas 40 tahun ini mengungkapakan bahwa tingkat kecemasan dan depresi lebih tinggi pada perokok jangka panjang. Peneliti menemukan bahwa 16,3% perokok mengalami depresi, dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok yang hanya 10%.

Walaupun demikian, peneliti juga mendapati bahwa perokok yang telah berhenti dapat mengalami penurunan risiko depresi dan kecemasan. Pada mantan perokok tingkat depresi dan kecemasan hanya berkisar 11,3%. Lebih tinggi sedikit dari mereka yang tidak merokok namun masih lebih rendah dibanding dengan perokok, seperti yang dilansir oleh Daily Mail (1/2/2015).

Penelitian ini merupakan sebuah penelitian pertama yang membandingkan tingkat kecemasan dan depresi dari perokok, bukan perokok, dan mantan perokok yang telah berhenti lebih dari setahun. Penelitian ini dilakukan oleh British Heart Foundation dan peneliti dari UCL (University College London).

“Penelitian kami mendapati bahwa mantan perokok mempunyai persamaan tingkat kecemasan dan depresi dengan orang yang tidak merokok. Berhenti merokok dapat menjadi salah satu cara guna memperbaiki kesehatan fisik dan mental yang bermasalah akibat rokok,” jelas Robert West, ketua peneliti.

Dr Mike Knapton juga mengungkapkan terdapat kepercayaan bagi mayoritas perokok bahwa merokok dapat menurunkan kecemasan dan stres. Hal inilah yang membuat banyak perokok mengurungkan niatnya untuk berhenti merokok. Padahal dalih-dalih membantu meredakan stres, merokok justru meningkatkan rasa cemas dan ketegangan.

“Saat merokok. perasaan tenang dan stres menurun namun hanya sementara. Hal ini nantinya akan digantikan dengan rasa kecanduan dan meningkatnya stres di kemudian hari,” jelas Knapton.

Selain itu, penelitian lain juga menemukan bahwa berhenti merokok ternyata efektif untuk mencegah depresi dan kecemasan dibandingkan dengan mengonsumsi obat anti depresi. Jadi, para perokok memiliki satu alasan lagi agar segera berhenti merokok secepatnya.

Top News

Cegah Darah Tinggi dengan Rajin Olahraga

Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah salah satu jenis gangguan kesehatan yang berbahaya. Hal ini disebabkan karena jika tekanan…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

Bawang merah yang serba bisa

Siapa bilang bawang merah tidak hanya bisa untuk memasak?, disamping untukĀ  menambah sedap masakan, bumbu dapur yang satu ini juga dipercaya mampu mengobati…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

Jahe, Bantu Redakan Mual untuk Ibu Hamil

Wanita – Kehamilan adalah sebuah masa yang paling indah dan ditunggu-tunggu bagi kebanyakan orang. Ketika hamil tentu banyak sukacita yang terjadi, salah satunya…

Yoan Allawy Yoan Allawy

Wow, Kodok Kecil Ini Bisa Bunuh Manusia Terkuat

Kata-kata yang kecil belum tentu kalah dengan yang besar mungkin ada benarnya. Kata-kata itu juga tercermin dalam seekor katak asal Pico Bonito National…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

inilah dia khasiat yang tersembunyi dari kembang kol

Siapa yang tidak mengenal kembang kol? sayuran ini selalu enak untuk dikonsumsi dengan cara ditumis, dijadikan sup, atau bahkan digoreng menjadi semacam tempura…

Sendya Pratomo Putro Sendya Pratomo Putro

Beberapa manfaat ber Puasa terutama terhadap Kesehatan

(Beberapa manfaat ber Puasa terutama terhadap Kesehatan) – Puasa juga mengandung berbagai macam manfaat kesehatan yang direalisasikan dengan mengurangi makan dan mengistirahatkan alat…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq