Waspadai Residu Pestisida dan Antibiotik Dalam Bahan Makanan Anda !

Waspadai Residu Pestisida dan Antibiotik Dalam Bahan Makanan Anda ! residu-pestisida1 img : pteronimhptugm.files.wordpress.com google

Residu Pestisida

Pestisida merupakan senyawa (substansi) kimia yang banyak digunakan petani untuk mengendalikan serangan hama pada tanaman pertanian (tanaman pangan, buah dan sayuran). Paparan pestisida yang melebihi Batasan Maksimum Residu (BMR) pada hasil panen para petani memungkinkan timbulnya dampak negatif bagi pengonsumsinya.

Menurut Nurul Kodriati, M.Med Sc (peneliti kesehatan masyarakat dari UGM) dampak bahan kimia seperti pestisida bagi manusia bermacam-macam, sedikitnya ada 4 efek negatif, yaitu:

• Karsinogenik (Pemicu Kanker)
• Mengangggu Sistem Hormonal (Hormonedisruptor)
• Mengganggu Sistem Syaraf (Neurotoxin)
• Menggangu proses pertumbuhan anak dan reproduksi

Residu Antibiotik

Antibiotik secara umum digunakan dalam dunia peternakan yang notabene penghasil sumber pangan protein hewani (susu, daging dan telur). Antibiotik merupakan suatu senyawa kimia yang dipergunakan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme pathogen (mikroorganisme tidak menguntungkan/penyebab penyakit) yang berada dalam tubuh ternak, sehingga produktifitas ternak maksimal. Penggunaan antibiotik yang diluar ambang batas akan menyebabkan residu dalam produk hasil ternak, yang berdampak negatif bagi manusia yang mengkonsumsinya, seperti halnya dampak negatif residu pestisida bagi manusia. Residu antibiotik berdampak antara lain, karsinogenik, menimbulkan kelainan system hormonal dan system syaraf.

Berikut beberapa tips aman dalam memilih bahan makanan untuk meminimalisir resiko residu antibiotik dan pestisida antara lain:

• Memilih bahan pangan yang berasal dari pengelolaan pertanian dan peternakan secara organik.
• Mengkonsumsi bahan pangan yang bervariatif (tidak hanya 1 jenis sumber bahan makanan).
• Khusus untuk daging, hindari mengkonsumsi berlebihan daging jerohan ternak (hati, ampela, usus dan sebagainya), karena disinyalir dalam
jerohan tersebut lebih banyak terkumpul dan tersimpan residu antibiotik dibanding daging dari bagian lain.

Top News

Tips Menikmati Teh Hijau Agar Bermanfaat Bagi Kesehatan

Bukan rahasia lagi jika Teh Hijau mempunyai manfaat yang sangat baik bagi kesehatan dan sitem kekebalan (imun) tubuh manusia. Namun dalam menikmati dan…

Didin Aryo Susilo Didin Aryo Susilo

Kayu Manis, Jadi Momok Bagi Penderita Liver

Diwarta – Kayu manis adalah salah satu jenis rempah-rempah biasa digunakan dalam campuran masakan maupun sebagai bahan tambahan pembuat kue. Disamping itu, mungkin…

Zahfi Yuki Zahfi Yuki

Pemanis Buatan, Berbahaya untuk ginjal dan hati

Walaupun pemanis buatan cenderung memiliki sedikit kalori, akan tetapi pemanis buatan bila dicampur dengan makanan tertentu dapat meningkatkan gula darah dalam tubuh dan…

Zahfi Yuki Zahfi Yuki

Berjemur, Turunkan Tekanan Darah

Manfaat berjemur dipagi hari nampaknya tidak hanya memberikan efek baik dalam menjadi sumber vitamin D saja, namun juga sangat baik dalam membantu menuruntkan…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

Ini Dia 4 Sumber Nutrisi Penguat Tulang

Tulang merupakan organ tubuh yang sangat vital. Tanpa tulang yang kuat kita munkgin tak dapat menjalankan aktivitas dengan baik sehari-hari. Oleh karenanya kita…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

Obat-obatan, Ternyata Bisa Sebabkan Rambut Rontok

Memiliki rambut yang lebat dan lembut merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi setiap wanita. Oleh karenanya tak sedikit wanita yang kebingungan apabila rambut mereka…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq