Supaya Anak Tidak Mudah Terserang Epilepsi

Supaya Anak Tidak Mudah Terserang Epilepsi Ils: Epilepsi

Epilepsi merupakan salah satu gangguan pada sistem syaraf otak manusia, gangguan tersebut dipicu karena aktivitas yang berlebihan dari sekelompok sel neutron didalam otak, sehingga dapat menyebabkan reaksi pada tubuh manusia baik kesemutan, bengong seaat, gangguan kesadaran serta kejang-kejang dan kontraksi otot.

Epilepsi atau kebanyakan orang mengatakan ayan bukanlah disebabkan oleh bakteri maupun virus. Mengetahui gejala epilepsi dapat diredam dengan bantuan orang-orang yang ada didekat penderita.

Mematuhi proses pengobatan dipercaya menjadi kunci utama untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik bagi penyandang Epilepsi. Oleh karena itu peranan orang tua untuk selalu memberikan pengobatan kepada anak yang menderita epilepsi juga menjadi faktor penting dalam mencegah serangan epilepsi yang lebih buruk, dengan melakukan pengobatan rutin serta mengonsumsi obat epilepsi efektif mengontrol serangan epilepsi.

Seperti dilansir dari laman okezone pada halaman “health.okezone.com/read/2012/03/21/483/597393/biar-anak-tak-terserang-epilepsi”, bahwa serangan kejang bagi penyandang epilepsi yang sering berulang disebabkan karena ketidakpatuhan dalam minum obat, dan hal ini dapat menyebabkan jaringan otak yang tak rusak menjadi rusak, sehingga dapat menyulitkan terapi epilepsi, bahkan menimbulkan risiko yang membahayakan keselamatan pasien epilepsi”

Dalam menangani atau membantu mengurangi risiko serangan epilepsi dapat dilakukan dengan cara menjaga supaya kerusakan jaringan pada otak tidak terjadi. Ketika penderita sering mengalami kejang-kejang maka dapat memperburuk keadaan, hal ini disebabkan karena plasitas otak tidak dapat bekerja dengan baik.

Plastisitas otak merupakan kemampuan otak melakukan reorganisasi dalam bentuk adanya interkoneksi baru pada saraf. Plasitisar adalah sifat yang menunjukkan kapasitas otak untuk berubah dan beradaptasi terhadap kebutuhan fungsional.

Dalam proses plastisitas dipengaruhi oleh beberapa sistem saraf diantaranya adalah penerimaan saraf (neuroreceptive), perubahan kimia saraf (neurochemical), perubahan struktur neuron saraf serta organisasi otak.

Oleh sebab itu, peranan orang tua dalam memperhatikan anak terutama dalam mengonsumsi obat antiepilepsi sangatlah penting.

Top News

Indeks Glikemik Rendah, Air Tebu Aman Diminum

Air tebu adalah salah satu jenis minuman dengan kadar index glikemik rendah yang banyak dijumpai, selain manis dan menyegarkan, tak banyak yang mengetahui…

Hafidz Firdaus Hafidz Firdaus

Cegah Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Jambu Biji Merah

Pada umumnya jambu biji merah banyak diburu dan dikonsumsi ketika seseorang diantara mereka terkena serangan demam berdarah gengue atau yang dikenal sebutan DBD….

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

Teknik Melenturkan Tubuh dalam 5 Menit

Ketika seseorang dalam waktu yang lama pada posisi tertentu, terkadang tubuh merasa jadi lebih kaku. Sewaktu seseorang bekerja dikantor, beberapa orang berada di…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

Rifampisin Obat Antibiotik untuk Penyakit TBC

diwarta.com –  Rifampisin adalah salah satu obat antibiotik TBC yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Rifampicin sering digunkan untuk pengobatan tuberculosis (TBC). Obat…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

Tambah Energi dengan Regangkan tubuh ketika bangun tidur

Kebugaran – Bangun tidur di pagi hari bisa jadi hal yang tak mudah bagi banyak orang. Terlebih untuk mereka yang terbiasa begadang atau…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

Bakar kalori dengan aktivitas ringan berikut ini

diwarta.com – Kalori yang jarang terbakar mengakibatkan lemak semakin menumpuk, sehingga akan memicu timbulnya kegemukan. Kegemukan ini sangat berbahaya, dimana apabila terjadi kegemukan…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq