Mencegah Osteoporosis dengan Vitamin D

Mencegah Osteoporosis dengan Vitamin D Prevent Osteoporosis
Img: arca-med.com

Osteoporosis adalah penyakit yang dapat dicegah, dengan mengkonsumsi vitamin D harian sebesar 200-400 unit, maka dapat menurunkan risiko terkena serangan Osteoporosis. Disamping itu mengkonsumsi banyak multivitamin dan suplemen kalsium yang juga mengandung vitamin D dipercaya dapat memperkuat tulang. Rata-rata satu tablet multivitamin memiliki kandungan 400 IU vitamin D.

Perlu diketahui jika pada waktu proses pengubahan calcidiol menjadi calcitrol, hormon paratiroid (PTH)-lah yang berperan untuk merangsang ginjal melakukan proses tersebut. Apabila Anda mempunyai calcidiol berlebihan yang dipengaruhi oleh terlalu banyaknya asupan vitamin D dalam tubuh, kondisi ini akan memicu terlalu banyaknya hormon paratiroid yang dilepaskan.

Berhubung hormon tersebut juga dapat merangsang pembentukan osteoclast (sel-sel yang melarutkan tulang) sehinga memungkinkan banyak PTH akan dikeluarkan yang dapat menyebabkan pengeroposan pada tulang. Karena itu, konsumsilah vitamin D secukupnya untuk membantu penyerapan kalsium dalam tubuh. Oleh karena itulah jika terlalu banyak vitamin D juga tidak baik bagi tulang Anda.

Fungsi Vitamin D Untuk Tubuh
Vitamin D memiliki peranan penting untuk kesehatan tulang karena vitamin D dapat membantu melakukan penyerapan kalsium di lambung dan saluran pencernaan. Tanpa adanya vitamin D yang cukup, tubuh kita tidak akan bisa menyerap kalsium dengan baik sehingga menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh. Vitamin D adalah pro-hormon yang difungsikan tubuh kita untuk mengangkut kalsium dari dalam pencernaan melalui darah menuju ke tulang, jantung, otak, paru-paru serta organ vital lain yang memerlukannya.

Sumber Vitamin D
Vitamin D merupakan vitamin yang bisa larut di lemak yang secara alami hanya tersedia pada beberapa jenis makanan saja. Vitamin D2 (ergocalciferol) terdapat pada beberapa jamur dan tumbuhan. Beberapa jenis ikan yang memiliki lemak, seperti ikan cod, tuna dan salmon, memiliki kandungan vitamin D2, hal ini disebabkan karena ikan tuna, cod dan salmon memakan alga yang mampu memproduksi vitamin D dengan bantuan sinar matahari.

Vitamin D3 (cholecalciferol) diproduksi tubuh sewaktu sinar ultraviolet mengenai kulit kita dan merangsang produksinya. Untuk memperoleh vitamin D3 yang memadai, paparkan kulit pada sinar matahari selama 10-15 menit beberapa kali dalam seminggu. Radiasi yang dapat mengubah vitamin D di kulit memiliki panjang gelombang yang sama dengan yang menyebabkan kulit menjadi hitam, karena itu penggunaan tabir surya atau pelindung sinar matahari akan sangat menghambat produksi vitamin D. Seiring penuaan, efektivitas kulit dalam memproduksi vitamin D3 semakin berkurang.

Vitamin D yang didapat dari makanan, suplemen dan paparan sinar matahari memiliki sifat inaktif secara biologis, sehingga harus menjalani dua proses hidroksilasi dalam tubuh untuk mengaktifkannya. Proses pertama diawali oleh hati dan mengubah vitamin D menjadi 25-hidroksivitamin D [25(OH)D] yang dikenal sebagai calcidiol. Calcidiol paling banyak tersedia di dalam tubuh jika dibandingkan bentuk vitamin D lainnya. Proses kedua terjadi terutama pada ginjal serta membentuk zat aktif 1,25-dihidroksivitamin D [1,25(OH)2D] yang juga disebut sebagai calcitriol. Ini merupakan bentuk vitamin D yang membantu penyerapan kalsium dalam tubuh.

Ginjal dan hati kita memiliki berperan penting dalam melakukan pengubahan dari bentuk vitamin D yang inaktif menjadi aktif. Alasan utama kenapa alkohol memperburuk kondisi tulang adalah efek negatifnya terhadap hati, dimana hati merupakan tempat proses vitamin D pertama kali. Beberapa penyakit ginjal juga menjadi faktor pemicu terjadinya osteoporosis. Dari beberapa riset diketahui bahwa pasien yang mempunyai gangguan kesehatan urolithiasis (proses pembentukan batu di ginjal, kandung kemih serta uretra) memiliki massa tulang yang lebih rendah jika dibandingkan rata-rata.

Mengingat pentingnya vitamin D serta kesehatan hati, ginjal dan organ yang berperan untuk mengolah vitamin D sebagai pembantu penyerapan kalsium dalam tubuh, maka sudah seharusnya kita memperhatikan dan mewaspadai hal-hal yang dapat mengganggu proses pengolahan Vitamin D.

Top News

Mati Karena Takut Bukanlah Isapan Jempol Belaka

Pernahkah anda mendengar sebuah ungkapan “mati ketakutan”? Ternyata mati ketakutan bukanlah sebuah ungkapan belaka. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang dapat mati karena ketakutan….

Sendya Pratomo Putro Sendya Pratomo Putro

Sayur Bayam Bantu Cegah Kepikunan / Demensia

diwarta.com – Ingatkah anda dengan film kartun Popeye yang sangat menyukai bayam?, nampaknya hal ini menjadi salah satu alasan kenapa Popeye begituĀ  menyukai…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

Waspadai Residu Pestisida dan Antibiotik Dalam Bahan Makanan Anda !

Residu Pestisida Pestisida merupakan senyawa (substansi) kimia yang banyak digunakan petani untuk mengendalikan serangan hama pada tanaman pertanian (tanaman pangan, buah dan sayuran)….

Didin Aryo Susilo Didin Aryo Susilo

Tukak Lambung dapat dicegah dengan Buah Stroberi

(Tukak Lambung dapat dicegah dengan Buah Stroberi) – Stroberi adalah buah yang warna merah dengan tampilan cukup menarik. Rasa buah stroberi yang manis…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

Timun ampuh pulihkan dehidrasi

diwarta.com – Mentimun merupakan sayuran yang biasa ditemukan di Indonesia. Mentimun dapat langsung dikonsumsi begitu saja maupun harus diolah terlebih dahulu. Sayuran yang…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

Sakit Infeksi Dapat Dicegah Dengan Tidur Cukup

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Archives of Internal Medicine, mengungkapkan bahwa mereka yang memiliki efesiensi tidur 92% lebih rendah akan mendapati resiko terkena…

Dian Kartika Dian Kartika