Minuman Bernergi dan Kopi Mempengaruhi Kinerja Otak

Minuman Bernergi dan Kopi Mempengaruhi Kinerja Otak Secangkir Kopi
Img: manfaatkopi.com

Kopi serta minuman berenergi yang biasa di konsumsi saat mata mulai mengantuk ini bisa membuat mata dan konsentrasi tetap terjaga. Namun demikian bagi yang harus melakukan berbagai aktivitas dalam waktu bersamaan, minuman ini bisa mengurangi kemampuan koordinasi kinerja otak.

Koordinasi otak yang bagus sangat diperlukan dalam profesi tertentu yang mengandalkan kemampuan multitasking. Misalnya seorang pilot, dalam waktu bersamaan antara mata yang harus mengamati radar serta telinganya wawjibkan untuk mendengar panduan dari menara pengawas dan tangannya senantiasa memegang kontrol kemudi.

Minuman berenergi dan Kopi memang bisa meningkatkan konsentrasi saat melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana, tapi minuman ini bisa mengurangi kemampuan koordinasi otak saat melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian oleh para ahli dari Ohio State University. Penelitian ini melibatkan 30 orang siswa sekolah penerbangan yang dibagi menjadi 2 kelompok dimana masing-masing diberi perlakukan yang berbeda selama 2 hari berturut-turut.

Dihari pertama penelitian, salah satu kelompok diberi minuman berenergi dan yang lain mendapat plasebo yang tidak ada efeknya. Perlakuan pada masing-masing kelompok dirubah pada hari kedua, yang mulanya mendapat plasebo diganti dengan minuman berenergi dan sebaliknya yang semula minuman berenergi jadi plasebo.

Ketika dialisa dan dibandingkan, keterampilan para calon pilot dalam mengemudikan pesawat secara umum lebih rendah ketika mereka mengonsumsi minuman berenergi. Setelah membelokkan arah pesawat misalnya, calon pilot yang mengonsumsi minuman berenergi butuh waktu 10 detik lebih lama untuk mengembalikan pesawat ke posisi yang benar.

“Taurin, kafein, gula dan berbagai pendongkrak stamina tubuh di dalam minuman berenergi mengurangi kemampuan otak otak untuk berkoordinasi dengan tubuh,” ungkap Conrad Woolsey, PhD yang memimpin penelitian tersebut seperti dikutip dari Menshealth, Senin (17/10/2011).

Dr Woolsey menyarankan, saat bekerja yang menggunakan kemampuan koordiansi sangat diperlukan sebaiknya jangan mengandalkan minuman berenergi. Lebih baik tidur yang cukup dan teratur jauh lebih sehat untuk mengatasi rasa kantuk, tanpa mengurangi kemampuan otak untuk berkoordinasi dengan tubuh dan konsentrasi tetap terjaga. Meskipun demikian dalam penelitian terbaru diketahui bahwa kopi dapat mencegah risiko serangan kanker kulit.

Top News

Insomnia Picu Meningkatnya Hipertensi

Insomnia adalah salah satu gangguan tidur. Jika seseorang mengalami insomnia atau sulit untuk melakukan tidur maka tubuh akan terasa mudah lelah dan badan…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

Mencegah Osteoporosis dengan Vitamin D

Osteoporosis adalah penyakit yang dapat dicegah, dengan mengkonsumsi vitamin D harian sebesar 200-400 unit, maka dapat menurunkan risiko terkena serangan Osteoporosis. Disamping itu…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

Tubuh Gemuk, Dipengaruhi Oleh Faktor Ini

Tubuh gemuk, siapa yang tubuhnya menjadi gemuk berlebihan? tentu tidak ada yang menginginkannya. Oleh karena itu kita harus menjaga kesehatan supaya tubuh tetap…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

Pengen Panjang Umur dan Awet Muda, Konsumsi Mineral Ini

Apakah Anda termasuk orang yang ingin selalu tampil lebih awet muda dan panjang usia? Cobalah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung selenium. Selenium merupakan…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

Minuman Bernergi dan Kopi Mempengaruhi Kinerja Otak

Kopi serta minuman berenergi yang biasa di konsumsi saat mata mulai mengantuk ini bisa membuat mata dan konsentrasi tetap terjaga. Namun demikian bagi…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq

Pengertian Vitamin D dan Fungsinya

Vitamin D adalah satu diantara beberapa vitamin yang dapat larut dalam lemak, secara alami Vidamin D hanya tersedia sangat sedikit sekali dalam jenis…

Moh Nurrofiq Moh Nurrofiq