TOP News
Home » Healthy Life » Waspada, Bahaya Merokok Perpendek Usia
Waspada, Bahaya Merokok Perpendek Usia(img:unair.ac.id)

Waspada, Bahaya Merokok Perpendek Usia

Dari dulu peneliti telah mengaitkan kebiasaan merokok dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari penyakit jantung hingg kanker. Tapi kali ini peneliti kembali menemukan efek negatif dari kebiasaan merokok bagi kaum pria.

Sebuah penelitian dari Uppsala University, Swedia, mengunkapkan bahwa kebiasaan merokok dapat menghilangkan kromosom Y yang dimiliki oleh kaum pria saat mereka semakin menua. Lalu, apa yang akan terjadi saat para pria telah kehilangan kromosom Y pada sel darah mereka?

Seperti yang diungkapakan oleh Health Me Up (23/2/2015) bahwa kehilangn kromosom Y tidak bisa dianggap remeh. Terungkap dalam sebuah penelitian sebelumnya bahwa kehilangan kromosom Y dapat memicu serangan kanker dan mempercepat kematian pada pria.

Dikarenakan kaum pria memiliki kromosom Y, maka hasil penilitian ini dapat memberikan penjelasan kenapa pria memiliki risiko lebih besar terkena kanker akibat kebiasaan merokok. Selain itu juga menjelaskan kenapa pria yang menjadi perokok berat memiliki usia yang relatif lebih pendek.

“Selain berbagai faktor yang kami teliti, seperti usia, tekanan darah, diabetes, kebiasaan mengkonsumsi alkohol, dan merokok, Kami temukan hilangnya kromosom Y pada sel darah lebih banyak terkadi pada pria yang merokok daripada pria yang tidak merokok,” Jelas peneliti Lars Forsberg.

Perokok berat mengalami hilangnya kromosom Y lebih banyak daripada perokok biasa. Selain itu, hal ini juga ditemukan pada orang yang pernah merokok dan sudah berhenti. Walupun begitu, peneliti belum memastikan kenapa kebiasaan merokok dapat menghilangkan kromosom Y pada sel darah sehingga memicu kanker dan memperpendek usia pria.

Salah satu kemungkinan yang diungkap oleh penelitti yaitu sel kekebalan tubuh yang telah kehilangan kromosom Y akan kehilangan kemampuan dalam menghalau penyakit, termasuk menghalau kanker. Hal ini juga merupakan alasan bagi pria agar berhenti merokok.

Publisher

Comments